 |
 |
| Opini Centil |
| Seluruh anak negeri ini prihatin dengan maraknya kekerasan yang bernuasa SARA akhir-akhir ini. Kayaknya kekerasan dapat dibayar di negeri ini ya. |
| Redaksi |
| Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun. Kami menerima tulisan artikel, opini, dan Surat Pembaca, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com |
| Mimbar Rakyat |
# Kode etik baru DPR : anggota DPR dilarang bolos 6 kali berturut-turut.
* Berarti : sehari masuk, boleh libur 5 hari,masuk sehari lagi, libur 5 hari lagi, begitu seterusnya. Enak bener ya jadi anggota DPR, hidup serba kecukupan, pelesir dan jarang kerja. Sementara rakyat miskin sehari makan sekali.... |
| Counter Pengunjung |
| Anda pengunjung ke-95837 |
|
|
 |
 |
|
| Semua Orang Sama di Hadapan Hukum, termasuk Kader Partai Demokrat | | Oleh redaksi |
| Senin, 06-Februari-2012, 00:26:08 |
9 klik |
 |
 |
|
|
Komisi Pemberantasan Korupsi membuat kemajuan dalam pengusutan kasus korupsi wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan, dengan menetapkan anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat, Angelina Sondakh, sebagai tersangka. Angelina menyusul Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang kini diadili di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
|
|
|
Sejak awal kasus ini mencuat dengan tertangkapnya Mindo Rosalina Manulang, Wafid Muharam, dan Mohammad El Idris di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, April 2011, sudah tercium keterlibatan sejumlah politikus dalam kasus ini. Pengacara Mindo, Direktur PT Anak Negeri waktu itu, Komaruddin Simanjuntak, menyebut soal keterlibatan atasan Mindo, yang adalah petinggi partai penguasa.
Tokoh di balik kasus korupsi itu semakin terkuak saat Nazaruddin kabur ke luar negeri. Ia sempat menyebut nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A. Mallarangeng, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, anggota Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPR Mirwan Amir dan Angelina Sondakh, serta anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPR I Wayan Koster.
Kasus wisma atlet memang tidak seharusnya berhenti pada sosok Angelina Sondakh saja. Harus ada tersangka lain dalam kasus ini. Angelina hanya merupakan pintu masuk untuk mengembangkan kasus wisma atlet. Soal Koster, Anas, Andi, dan Yulianis, kedudukan semua orang sama di depan hukum.
Woro Sembodhro
Baciro, Yogyakarta
Worosembodhro@yahoo.com
|
|
Komentar Anda >>
|
| Komentar |
| Belum ada komentar... |
| Opini Sebelumnya |
| Kampus Bukan Tempat Untuk Berpolitik Praktis |
| Minggu, 05-Februari-2012 |
Kampus merupakan lembaga ilmiah dan tempat proses belajar-mengajar untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Kampus sangat tidak elok jika dijadikan sebagai alat politik oleh kelompok tertentu. Kegiatan politik hanya boleh dilakukan di luar kampus. Oleh karena itu, kita meminta kepada instansi terkait agar segera mengintruksikan kepada rektor Se-Indonesia untuk melarang kampus dijadikan komoditi politik.
|
| Pilkada Aceh Diundur Demi Kedamaian dan Ketentraman Rakyat Aceh |
| Sabtu, 04-Februari-2012 |
Semua pihak untuk menegakkan demokrasi secara jujur dan tanpa ada pemaksaan, sehingga pembangunan Aceh dimasa mendatang dapat berjalan dengan baik. Sebab, tugas membangun Aceh masih sangat panjang. Diharapkan semua elemen masyarakat bisa ambil bagian dalam pembangunan ini.
|
| Pihak Asing Dibalik Tuntutan Referendum Papua |
| Sabtu, 04-Februari-2012 |
Tak bisa dipungkiri bahwa selama ini Amerikalah yang menangguk keuntungan terbesar dari eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam di Papua, kalau tidak boleh dikatakan satu-satunya. Dan diyakini kekayaan yang masih tersimpan di balik bumi Papua jauh lebih besar lagi. Tentu saja semua itu akan membuat negara dan di luar Amerika untuk bisa ikut menikmatinya. Karena itu dalam masalah Papua pasti juga terjadi pertarungan kekuatan internasional. Aromanya pun memang bisa dicium dengan kuat, mereka bermain dengan isu Demokratisasi, HAM dan Lingkungan.Inggris dengan operasi intelijennya juga respek pada Papua, Australia juga selalu mencari celah-celah untuk ambil keuntungan, dan begitu juga negara-negara kecil di kawasan Pasifik.Mereka mengimpikan bisa mendapatkan berkah “mutiara hitam” Papua.
|
| Aksi Penembakan Kembali Terjadi di Papua |
| Kamis, 02-Februari-2012 |
Berulangnya kasus penembakan terhadap aparat dan warga sipil di Papua, mengindikasikan bahwa keamanan di tanah Cendrawasih itu makin mengkhawatirkan. Pernyataan yang diungkapkan oleh pihak keamanan bahwa pelaku adalah kelompok OPM ada benarnya, karena daerah Puncak Jaya dan Mimika memang merupakan basis OPM. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Lukas Enembe bahwa daerah yang dipimpinnya dan juga Kabupaten Mimika dijadikan pusat perjuangan fisik bersenjata kelompok OPM.
|
| Separatis Papua Ancam Keutuhan Wilayah Indonesia |
| Rabu, 01-Februari-2012 |
Di manapun di dunia ini, separatisme tidak mendapat tempat. Tetapi di Indonesia, bibit-bibitnya terbiarkan tumbuh dan sekarang kita sudah cukup repot menanganinya. Riak-riak di Papua pun sudah muncul. Ibarat sekumpulan orang dalam perahu di lautan bebas, ada beberapa di antaranya yang sengaja melakukan pembocoran. Itulah kondisi kita, yang kalau tidak diwaspadai, tinggal menunggu karam atau pecah terhantam karang karena orang di dalam perahu sibuk dalam pertengkaran. Maka tepatlah, jika pada satu sisi ada pihak yang sengaja membocori perahu, harus ada di sisi lain yang menambal dan mencegah terjadinya pembocoran. Perahu jangan sampai pecah dan karam.
|
|
|
 |
 |
| Mimbar Aturan |
| Isi tulisan opini baik berupa artikel, maupun Surat Pembaca, tanggapan, iklan, diskusi, merupakan tanggung jawab masing-masing penulis atau pengirim. Namun demikian, redaksi menghimbau agar tulisan tidak menyinggung masalah SARA. Redaksi berhak menghapus tulisan yang kurang pas, atau ada permintaan dari pihak yang dirugikan. Trims. |
|
 |
|
 |
 |
|