 |
 |
| Opini Centil |
| Satu persatu gembong pelaku terorisme ditangkap, baik hidup ataupun mati oleh aparat keamanan. Salut pada petugas, baik aparat intelijen, kepolisian, dan masyarakat yang telah mengendus aktivitas dan kegiatan terorisme sekaligus menangkap mereka. Oleh karena itu, jangan beri ruang terhadap para teroris agar tidak bisa bergerak. |
| Redaksi |
| Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com |
| Counter Pengunjung |
| Anda pengunjung ke-71903 |
|
|
 |
 |
|
| Opini /
Pemerintahan |
|
| Pembatalan Kenaikan Tarif Listrik Menyejukkan | | Oleh redaksi |
| Rabu, 24-Februari-2010, 00:57:51 |
179 klik |
 |
 |
|
|
| Barangkali logika orang awam akan berkata, daripada uang rakyat dipakai untuk talangi krisis Bank Century, lebih baik digunakan untuk investasi di PLN atau untuk subsidi pupuk. |
|
|
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Anggito Abimanyu mengatakan Pemerintah akan membatalkan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tahun ini (2010). Selain kenaikan TDL dibatalkann, harga eceran tertinggi (HET) pupuk juga batal naik. Abimanyu lebih tegas lagi mengatakan, dalam skenario kebijakan fiskal yang ada, pemerintah berencana menambah subsidi. Ini adalah sebuah khabar gembira bagi rakyat kecil. Ibarat air sejuk di tengah penantian panjang hasil akhir Pansus Century yang kian panas. Alhamdulillah!!
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa selama ini, kebijakan yang menyangkut TDL selalu mengandung muatan politis tertentu. Padahal ratio dari sebuah kebijakan terkait kenaikan harga TDL adalah karena infrastruktur listrik belum memadai. Kondisi itu mengacu pada biaya produksi yang akan semakin murah ketika kebutuhan infrastruktur sudah terpenuhi. Karena tidak ada sumber pendanaan lain, maka apa boleh buat konsumen diharuskan menanggungnya melalui kenaikan TDL. Barangkali logika orang awam akan berkata, daripada uang rakyat dipakai untuk talangi krisis Bank Century, lebih baik digunakan untuk investasi di PLN atau untuk subsidi pupuk.
Maka sudah sangat tepat keinginan pemerintah membatalkan TDL dan HET pupuk. Kebijakan itu tentu berdampak langsung terhadap kantong rakyat kecil, seperti petani, nelayan dan buruh kecil. Karena krisis ekonomi yang berkepanjangan dan bencana alam yang datang silih berganti membuat kehidupan mereka semakin tak tentu. Syukurlah, walau sedang terpojok oleh kasus Bank Century, Pemerintah SBY-Boediono masih sempat memikirkan nasib orang kecil. Mudah-mudahan kebijakan membatalkan TDL dan HET pupuk kali ini tidak memiliki muatan politis tertentu, selain kepedulian untuk mensejahterakan rakyatkecil.
Anggi Astuti
Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJAK)
anggiastuti@yahoo.com
|
|
Komentar Anda >>
|
| Komentar |
| Belum ada komentar... |
|
 |
 |
| Mimbar Sahabat |
| Kenalan yuk, namaku Betty Retno Triyuani. Aku tinggal di Ponorogo, Jawa Timur. Hoby koresponden, baca dan menulis. Aku suka mengkritik apa saja yang tidak sesuai nuraniku dan kebenaran. Layangkan suratmu ke Emailku :brtriyuani@plasa.com. Aku tunggu sapamu, ok. |
|
 |
|
 |
 |
|