 |
 |
| Opini Centil |
| Satu persatu gembong pelaku terorisme ditangkap, baik hidup ataupun mati oleh aparat keamanan. Salut pada petugas, baik aparat intelijen, kepolisian, dan masyarakat yang telah mengendus aktivitas dan kegiatan terorisme sekaligus menangkap mereka. Oleh karena itu, jangan beri ruang terhadap para teroris agar tidak bisa bergerak. |
| Redaksi |
| Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com |
| Counter Pengunjung |
| Anda pengunjung ke-71904 |
|
|
 |
 |
|
| Opini /
Sosial |
|
| Babak Baru Kasus Century | | Oleh redaksi |
| Senin, 08-Maret-2010, 02:38:23 |
176 klik |
 |
 |
|
|
| Warga kebanyakan yang mengikuti perkembangan kasus Century ini tentu punya perasaan macam-macam: dongkol, ketawa, dan sedih, seperti menikmati sinetron. Untuk sementara mereka lupa pada kesusahan hidup hari-hari. Perhatian publik yang begitu tinggi, mungkin karena sebagian orang berharap, inilah kesempatan paling tepat untuk menangkap koruptor kelas kakap, atau untuk memberi efek jera kepada koruptor-koruptor lebih kecil. |
|
|
Babak pertama kasus Century telah usai. Babak kedua akan dimulai dengan “kedudukan” : kasus tersebut dinilai bermasalah dan karenanya harus diproses secara hukum. Berbeda dengan babak pertama, pada babak kedua medan pertarungan tidak lagi terfokus di ruang sidang DPR, tetapi akan digelar di banyak gelanggang. Bisa di KPK, di Kejaksaan, di Polisi atau MK.
Warga kebanyakan yang mengikuti perkembangan kasus Century ini tentu punya perasaan macam-macam: dongkol, ketawa, dan sedih, seperti menikmati sinetron. Untuk sementara mereka lupa pada kesusahan hidup hari-hari. Perhatian publik yang begitu tinggi, mungkin karena sebagian orang berharap, inilah kesempatan paling tepat untuk menangkap koruptor kelas kakap, atau untuk memberi efek jera kepada koruptor-koruptor lebih kecil.
Bagaimanapun, praktik-praktik penyimpangan keuangan sudah menjadi soal sehari-hari. Dari pengurusan KTP, pembangunan rumah ibadah, pembagian raskin (beras miskin), memasukan anak ke sekolah, menjadi PNS/Polri/TNI selalu ada sogokan, pengutilan, pemerasan, dan sejenis itu. Para pejabat pemerintah, dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, dan nasional seperti tidak punya rasa malu mempertontonkan konsumerisme dari sumber pendapatan yang tidak teraudit. Tampaknya korupsi lebih banyak dipercakapkan dari pada diberantas.
Sebagai bangsa kita banyak menaruh harapan pada proses pengungkapan kasus Century ini. Pertarungan mungkin akan semakin sengit. Tidak lagi hanya perseteruan antara fraksi-fraksi yang pro dan kontra terhadap kebijakan bailout terhadap Bank Century, tetapi akan jauh lebih banyak pihak yang merasa berkepentingan dengan pengungkapan kasus tersebut. Maka situasinya akan lebih panas. Dalam kondisi yang demikian, jika kita tidak bijak mensikapinya, sebagai bangsa kita bisa terpecah. Karenanya, mari kita tetap menjaga suasana kebersamaan. Biarlah aparat hukum bekerja dengan tenang dan profesional. Para elit politik agar menjauhkan diri dari upaya-upaya intervensi demi mewujudkan ambisi politik atau melindungi pihak-pihak tertentu.
Ricard Radja
Jaringan Epistoholik Indonesia
Tinggal di Kupang-NTT
Ricard_06@plasa.com
|
|
Komentar Anda >>
|
| Komentar |
| Belum ada komentar... |
|
 |
 |
| Mimbar Sahabat |
| Kenalan yuk, namaku Betty Retno Triyuani. Aku tinggal di Ponorogo, Jawa Timur. Hoby koresponden, baca dan menulis. Aku suka mengkritik apa saja yang tidak sesuai nuraniku dan kebenaran. Layangkan suratmu ke Emailku :brtriyuani@plasa.com. Aku tunggu sapamu, ok. |
|
 |
|
 |
 |
|