Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
Home
Mimbar Opini
Tentang Kami
Opini Centil
Seluruh anak negeri ini prihatin dengan maraknya kekerasan yang bernuasa SARA akhir-akhir ini. Apa mungkin karena sudah melupakan amalan nilai-nilai Pancasila, dan tidak adanya pendidikan budi pekerti sejak dini.
Redaksi
Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun. Kami menerima tulisan artikel, opini, dan Surat Pembaca, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com
Mimbar Rakyat
Rakyat membutuhkan keteladanan para pemimpin. Pemimpin kalau bicara menyejukkan dan berwibawa, tidak sembarang membuat pernyataan. Pemimpin bukan provokator, tetapi seorang orator penyemangat menuju Indonesia yang lebih baik.
Mimbar Sehat
Jika Anda ingin menurunkan berat badan, tidak ada salahnya jika memulai hari dengan sarapan telur. Sebagian besar review penelitian dampak memakan telur menyebutkan bahwa telur mengandung bahan kuat yang dapat membantu mengurangi jumlah kalori. Tak hanya sarapan, berat badan Anda bisa turun jika mengonsumsi telur pada saat makan siang dan makan malam.Telur rebus, telur goreng, atau orak-arik yang dimakan pada saat sarapan membuat seseorang kenyang lebih lama dibanding sarapan dengan makanan lainnya.
Mimbar Sajak
Harapan dan Doa

Pagi semburat merah cerah
Pertanda sang fajar membuncah
Asa nan indah selalu merekah
Doa dan upaya perlu dilangkah

Tiada suka cita tanpa usaha
Malapeta tiba karena dusta
Mari sosong hari ini dengan doa
Harapan dan usaha untuk masa depan jua

Tatap asa dengan optimisme
Langkah pasti dengan ritme
Bijak dan sabar meniti mekanisme
Hindari licik dan rente

Putra Lembah Wilis
Madiun, 11 Nopember 2012
Counter Pengunjung
Anda pengunjung ke-125353
Opini / Politik
Ideologi Pancasila Ingin Diganti ?
Oleh redaksi
Minggu, 31-Juli-2011, 07:01:13 1396 klik Send this story to a friend Printable Version
Pancasila sebagai ideologi Negara belakangan ini menghadapi ancaman teror yang serius terkait adanya upaya mengganti ideologi Negara dengan ideologi lain, seperti fenomena munculnya gagasan pendirian negara Islam dengan memberlakukan syariat Islam dan bangkitnya kembali ideologi komunis di Indonesia.
Atas nama demokrasi dan HAM, semua orang seolah mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat dan memperjuangkan idenya secara bebas walaupun melanggar konstitusi, seperti ide mendirikan Negara Islam yang dianggap sebagai hal biasa dan tidak melanggar konstitusi. Padahal dalam Negara demokrasi pasti memiliki koridor dan batas yang tidak boleh dilanggar.
Pancasila sebagai ideologi Negara belakangan ini menghadapi ancaman teror yang serius terkait adanya upaya mengganti ideologi Negara dengan ideologi lain, seperti fenomena munculnya gagasan pendirian negara Islam dengan memberlakukan syariat Islam dan bangkitnya kembali ideologi komunis di Indonesia.
Atas nama demokrasi dan HAM, semua orang seolah mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat dan memperjuangkan idenya secara bebas walaupun melanggar konstitusi, seperti ide mendirikan Negara Islam yang dianggap sebagai hal biasa dan tidak melanggar konstitusi. Padahal dalam Negara demokrasi pasti memiliki koridor dan batas yang tidak boleh dilanggar.

Bagi bangsa Indonesia, ideologi Pancasila adalah final dan telah mendapatkan kesepakatan seluruh pendiri bangsa. Tetapi, akibat hantaman gelombang globalisasi, Pancasila sebagai ideologi Negara seolah terlupakan dan dilupakan. Nilai-nilai Pancasila, cenderung mulai luntur dan tergerus oleh perkembangan jaman. Sejumlah kalangan bahkan mulai mengkhawatirkan dan prihatin terhadap kecenderungan nilai-nilai Pancasila yang tidak lagi menjadi pedoman dalam berbagai kebijakan publik untuk meraih cita-cita bangsa.
Ada kecenderungan untuk tidak menganggap Pancasila sebagai hal yang penting untuk dipahami dan diaplikasikan. Masih kita temukan pada sebagian anak bangsa yang mencari jati diri lain, yang tidak sesuai dengan nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Orang semakin jarang menyuarakan makna Pancasila dan bahkan terkesan alergi. Lembaga pendidikan formalpun tidak lagi mengajarkan materi Pancasila sebagai salah satu bagian pembangunan karakter bangsa dalam kurikulum pendidikan.

Pancasila juga dianggap sudah tidak ampuh lagi sebagai perekat bangsa, karena disana-sini timbul berbagai konflik, benturan dan disharmoni sosial. Semangat toleransi dalam kehidupan masyarakat terus mengendor. Hal ini diperparah dengan minimnya sosok pemimpin yang memberikan teladan dan patut diteladani, dan sebaliknya makin banyak sosok teladan yang buruk.

Menyikapi kondisi tersebut, maka tidak ada pilihan lain, kecuali kita semua harus membangkitkan dan kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada setiap warga Negara, penyelenggara Negara dan lembaga kenegaraan serta lembaga kemasyarakatan lainnya. Nilai-nilai Pancasila harus direvitalisasi dan direaktualisasikan serta diinternalisasi dalam diri setiap anak bangsa. Jangan sampai Pancasila sebagai pegangan hidup bangsa terlepas akibat teror ideologi lain, yang justru bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Ditengah gempuran ideologi lain, kita harus konsisten menjaga dan memelihara nilai luhur yang kita miliki. Karena, sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila selalu menjadi tempat kembali dan mampu memberi kekuatan hidup bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa.

Wawan Budayawan, Spd
Pemerhati Masalah Sosial dan Budaya
Komentar Anda >>
Komentar
Belum ada komentar...
Diskusi
Posting Terbaru
. Itupoker.com Agen Poker ONline
. Mengembangkan Kajian al-Qur'an
. CV.WORLD OF FIRESTORM
. Fungsi hukum yang telah dibuat pemerintah dan...
. Penyebab Bencana saat ini
Respon Terbaru
. Bisnis Online Jadi Jutawan, Cocok Buat Awam, ...
. kritik membangun.
. BELAJAR ONLINE HARUSNYA LEBIH MURAH
. LOWONGAN KERJA : Dicari Perwakilan Unit Agen.
. Uang didapat tergantung kita mencarinya.
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. Solusi lengkap untuk PASUTRI 1...
. Solusi lengkap untuk PASUTRI 1...
. Jual Rumah PURI Indah - http:...
. JUAL BAJU DRESS|CARDIGAN|ROK|J...
. Sering Ejakulasi dini, atau M...
. Sering Ejakulasi dini, atau M...
. Pasangan kurang PUAS dengan Uk...
. 90 menit via INTERNET yg akan ...
. JUAL BAJU KAOS GAMBAR MOVIE SP...
. BISNIS TANPA STOK - bisnis onl...
Mimbar Aturan
Isi tulisan opini baik berupa artikel, maupun Surat Pembaca, tanggapan, iklan, diskusi, merupakan tanggung jawab masing-masing penulis atau pengirim. Namun demikian, redaksi menghimbau agar tulisan tidak menyinggung masalah SARA. Redaksi berhak menghapus tulisan yang kurang pas, atau ada permintaan dari pihak yang dirugikan. Trims.
Mimbar Pesan
Jadilah orang yang berguna bagi orang lain, serta bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.