Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
Home
Mimbar Opini
Tentang Kami
Opini Centil
Seluruh anak negeri ini prihatin dengan maraknya kekerasan yang bernuasa SARA akhir-akhir ini. Apa mungkin karena sudah melupakan amalan nilai-nilai Pancasila, dan tidak adanya pendidikan budi pekerti sejak dini.
Redaksi
Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun. Kami menerima tulisan artikel, opini, dan Surat Pembaca, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com
Mimbar Rakyat
Rakyat membutuhkan keteladanan para pemimpin. Pemimpin kalau bicara menyejukkan dan berwibawa, tidak sembarang membuat pernyataan. Pemimpin bukan provokator, tetapi seorang orator penyemangat menuju Indonesia yang lebih baik.
Mimbar Sehat
Jika Anda ingin menurunkan berat badan, tidak ada salahnya jika memulai hari dengan sarapan telur. Sebagian besar review penelitian dampak memakan telur menyebutkan bahwa telur mengandung bahan kuat yang dapat membantu mengurangi jumlah kalori. Tak hanya sarapan, berat badan Anda bisa turun jika mengonsumsi telur pada saat makan siang dan makan malam.Telur rebus, telur goreng, atau orak-arik yang dimakan pada saat sarapan membuat seseorang kenyang lebih lama dibanding sarapan dengan makanan lainnya.
Mimbar Sajak
Harapan dan Doa

Pagi semburat merah cerah
Pertanda sang fajar membuncah
Asa nan indah selalu merekah
Doa dan upaya perlu dilangkah

Tiada suka cita tanpa usaha
Malapeta tiba karena dusta
Mari sosong hari ini dengan doa
Harapan dan usaha untuk masa depan jua

Tatap asa dengan optimisme
Langkah pasti dengan ritme
Bijak dan sabar meniti mekanisme
Hindari licik dan rente

Putra Lembah Wilis
Madiun, 11 Nopember 2012
Counter Pengunjung
Anda pengunjung ke-126347
Opini / Sosial
Ancaman Narkoba bagi Generasi Muda
Oleh redaksi
Selasa, 28-Juni-2005, 01:40:45 4911 klik Send this story to a friend Printable Version
Dalam tiga dasawarsa terakhir, peredaran gelap dan masalah narkoba di Indonesia terus berkembang. Hal ini antara lain tercermin dalam berbagai kasus kejahatan yang terkait masalah narkoba, termasuk berupa candu, hashis, heroin, dan morfin.
Yang selalu terpikir dalam merefleksi Hari Anti-madat Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 Juni adalah fakta makin tingginya kasus penyalahgunaan narkoba. Data menunjukan bahwa jumlah kasus narkoba meningkat dari 3.478 kasus tahun 2000 menjadi 8.401 kasus pada 2004 (atau naik rata-rata 28,9% per tahun). Sedangkan jumlah tersangka tindak kejahatan narkoba naik dari 4.955 tersangka tahun 2000 menjadi 11.315 tersangka pada 2004 (naik rata-rata 28,6% per tahun).

Pengguna narkoba dengan jarum suntik juga meningkat. Bahkan dari 169 ribu pengguna lebih, 50 persen di antaranya terinveksi HIV/AIDS. Sejak 2000-2004, BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Polri menyita narkoba jenis narkotika antara lain ganja dan derivatnya sebanyak 127,7 ton dan 787.259 batang, heroin 93,9 kg, morfin 244,7 gram, dan kokain 84,7 kg, serta barang sitaan psikotropika jenis ATS, antara lain ekstasi 741.061 tablet dan shabu 233.106,81 gram.

Yang juga ironis, pelaku kejahatan narkoba tidak hanya kaum laki-laki tapi juga wanita dan juga ada yang berstatus ibu rumah tangga. Bahkan, tak jarang anak-anak juga dilibatkan pada transaksi narkoba. Dari temuan yang ada, secara umum bersumber pada soal kemiskinan sehingga mereka berani terjun ke bisnis narkoba. Fakta ini sangat beralasan dengan mengingat penegasan Ansori (2003) bahwa masalah narkoba di Indonesia telah melalui sejarah yang panjang.

Dalam tiga dasawarsa terakhir, peredaran gelap dan masalah narkoba di Indonesia terus berkembang. Hal ini antara lain tercermin dalam berbagai kasus kejahatan yang terkait masalah narkoba, termasuk berupa candu, hashis, heroin, dan morfin. Secara umum, mereka yang terlibat kasus narkoba di Indonesia sebagian besar adalah WNI (98%), dari berbagai profesi, termasuk PNS (0.73%), mahasiswa (4.74%), pelajar (3.36%) dan pengangguran (32.90%). Bahkan, para pelawak pun tidak ketinggalan terjerat kasus narkoba pula. Sementara pejabat publik atau PNS yang tersangkut kasus narkoba memang relatif masih sedikit, tetapi angka yang sebenarnya diduga jauh lebih besar karena tak terlaporkan. Sementara angka pecandu narkoba yang pengangguran tampak tinggi, termasuk di sini adalah anak-anak muda. Generasi muda pengangguran memang cukup rentan menjadi korban narkoba. Sebagian di antara mereka masih berada di bangku SMU dan SMP, berumur 15-24 tahun, 80% laki-laki dan 20% perempuan. (BNN, 2003).

Sebenarnya, pelaku kejahatan narkoba tidak hanya WNI, tetapi juga WNA. Bahkan, ada dugaan kuat telah terjalin sindikat dalam berbagai transaksi narkoba di Indonesia. Dalam beberapa temuan menunjukan bahwa pada 5 tahun terakhir sebanyak 20 warga Australia terlibat pelanggaran narkoba di Bali dan WNA yang tertangkap kasus narkoba di Bali berjumlah 79 orang.

Sebenarnya pemerintah dan dunia internasional sangat gencar memerangi kasus ancaman narkoba. Namun sayangnya, peredaran narkoba justru bertambah gencar seiring dengan gencarnya peperangan melawan narkoba itu sendiri.

Memang, di satu sisi publisitas ini bisa meredam peredarannya. Namun di sisi lain, yang dibutuhkan adalah tindakan konkret agar peredaran narkoba bisa diminimalisasi (baca: jika dihilangkan memang tak bisa). Angka penyalahgunaan narkoba meningkat tajam meskipun aparat keamanan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Gerakan Anti-narkoba (Granat) serta beberapa LSM semakin gencar memerangi peredaran narkoba. Tentu ada banyak alasan yang mendasari mengapa kasus ini tetap tidak bisa dituntaskan. Oleh karena itu, kerja kolektif dan sistematis sebaiknya memang harus lebih ditingkatkan untuk mencegah semakin meluasnya peredaran.

Perlu dibedakan tingkatan pengunaan narkoba (drug user): Yakni: a) Orang yang dalam keadaan tak memakai narkoba (abtinence). b) Tahap coba-coba (experimen user). c) Pemakaian narkoba sebagai bagian dari kegiatan rekreasi atau pesta (social user). d) Pemakaian narkoba secara teratur (habitual user). e) Pemakai yang merasa sangat tergantung dengan norkoba (addict) (Pada tahap ini, secara psikologis pengguna merasa sulit terlepas dari narkoba). f) Pemakai yang sudah tergantung dengan narkoba (H-C addict/dependent). Pada tahap ini, secara fisik dan psikologis sang pecandu sudah sulit melepaskan diri dari ketergantungannya mengonsumsi narkoba.

Tingkatan a-d relatif masih bisa ditolong. Mereka juga belum perlu menjalani proses ditoxsifikasi (mengeluarkan racun narkoba dalam darah). Mereka hanya perlu terapi sosial, tapi bagi yang sudah berada pada tahap addict dan dependent, mereka perlu di-detox dan perlu menjalani proses rehabilitasi secara intensif untuk memperkuat proses penyembuhannya. (Ibid, 2003).

Terlepas dari berbagai faktor tersebut, yang juga sangat ironis ternyata tidak sedikit dari kaum perempuan yang terjerumus ke narkoba. Terkait hal ini, wajar jika kemudian Adiningsih (2003) menegaskan bahwa eksistensi kaum perempuan dalam narkoba hanya sebagai pelaku-pengedar saja atau justru sebagai korban bisnis narkoba?

Pertanyaan ini tidak dapat dijawab dengan mudah karena sangat tipis perbedaan antara keduanya. Tidak tertutup kemungkinan, suatu kondisi tertentu membuat perempuan yang awalnya adalah korban, berubah menjadi pelaku. Bahkan, tipisnya batas itu, sehingga bisa saja seorang perempuan yang sesungguhnya adalah korban namun tampak seperti pelaku, sehingga ia justru diperlakukan layaknya penjahat. Jadi, kondisinya memang sangat ironis dan fakta ini menjadi ancaman serius bagi kontinuitas pembangunan kualitas SDM ke depannya.

Narkoba telah menjadi masalah pelik di negeri ini. Korbannya berasal dari berbagai kalangan, tak terkecuali para pejabat publik dan sebagian anak muda kita. Yang jelas narkoba berdampak buruk dari segi apa pun. Pecandunya akan mengalami psiko-sosial dissorder. Berbagai studi menunjukan bahwa penyalahgunaan narkoba berkaitan dengan peristiwa kecelakaan lalu lintas dan tindak kejahatan, bahkan dewasa ini, penggunaan jarum suntik narkoba menjadi transmisi penularan PMS, HIV, hepoatitis C yang sangat efektif. Di Indonesia, kasus HIV/AIDS melalui transmisi narkoba suntikan meningkat secara drastis. Apabila tahun 2001 angka kasus infeksi HIV yang melalui narkoba suntikan sebesar 1%, maka pada tahun 2001 menjadi 19%, dan terus meningkat sekitar 40-50% pada tahun 2003. (Depkes RI, 2003).

Fakta itu menunjukkan bahwa HIV/ AIDS kini telah menjadi ancaman serius. Berdasar data dari PBB, penderita HIV/ AIDS sebagian besar perempuan. Data itu menunjukkan bahwa secara global sekitar 41-50% perempuan terinfeksi HIV/AIDS, bahkan di Sub-Sahara Afrika, sekitar 58% penderita HIV/AIDS adalah perempuan. Dua-pertiga dari perempuan yang terinfeksi HIV/AIDS berusia di bawah 24 tahun dan kecenderungan ini banyak terjadi di Asia. Paradigma baru pencegahan-penanggulangan HIV/AIDS yang memberdayakan perempuan, menyentuh aspek keadilan serta kesetaraan gender, dan juga menggunakan perspektif hak asasi perempuan dengan demikian sangatlah mendesak. Paradigma baru ini tidak sempit pada solusi medis dan moralitas, melainkan lebih luas pada transformasi politik, ekonomi, sosial, budaya dalam kerangka membangun keadilan dan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki.

Narkoba telah menjadi masalah serius. Oleh karena itu harus ada komitmen dari semua pihak untuk memerangi narkoba. Keterlibatan para orang-tua bagi pengawasan putra-putrinya menjadi sangat penting dalam upaya memerangi narkoba. Ini terutama mengacu pada pertimbangan bahwa peran orang-tua dalam menanamkan jiwa keimanan sangat dominan dalam lingkup keluarga. Jika tidak sekarang kita memerangi narkoba, kapan lagi? Apakah harus menunggu semakin banyak korban? ***

Sri Katonah
Pegiat Sosial dan aktivis LSM tinggal di Solo).
Komentar Anda >>
Komentar
Belum ada komentar...
Diskusi
Posting Terbaru
. Itupoker.com Agen Poker ONline
. Mengembangkan Kajian al-Qur'an
. CV.WORLD OF FIRESTORM
. Fungsi hukum yang telah dibuat pemerintah dan...
. Penyebab Bencana saat ini
Respon Terbaru
. Bisnis Online Jadi Jutawan, Cocok Buat Awam, ...
. kritik membangun.
. BELAJAR ONLINE HARUSNYA LEBIH MURAH
. LOWONGAN KERJA : Dicari Perwakilan Unit Agen.
. Uang didapat tergantung kita mencarinya.
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. pembahasan soal un matematika ...
. Pembahasan soa l un matematika...
. Anda sering Ejakulasi dini, d...
. NIGHT VISION MONOCULAR(teropon...
. alat memperbesar penis(proexte...
. Gratis Program Perbesar Penis,...
. Pembahasan soal un matematika...
. Bermasalah dengan hubungan int...
. Anda sering Ejakulasi dini, d...
. Menjadi Ayah Super buat Keluar...
Mimbar Aturan
Isi tulisan opini baik berupa artikel, maupun Surat Pembaca, tanggapan, iklan, diskusi, merupakan tanggung jawab masing-masing penulis atau pengirim. Namun demikian, redaksi menghimbau agar tulisan tidak menyinggung masalah SARA. Redaksi berhak menghapus tulisan yang kurang pas, atau ada permintaan dari pihak yang dirugikan. Trims.
Mimbar Pesan
Jadilah orang yang berguna bagi orang lain, serta bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.